Giat Persyarikatan

Teologi Muhammadiyah Bersifat Fungsional dan Menggerakkan Amal Sosial

Muhammateologi muhammadiyah bersifat fungsional dan menggerakkan amal sosial 1024x682diyah.or.id., YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto menjelaskan bahwa jika ditinjau dari perspektif teologi Islam klasik, pemikiran akidah Muhammadiyah secara genealogis memang cenderung sejalan dengan Asy’ariyah. Hal itu disampaikan Agung Danarto dalam Pengajian Ramadan 1447 H PP Muhammadiyah di Dormitory UMY, Jumat (20/2).

Penjelasan tersebut didasarkan pada analisis terhadap dokumen resmi Muhammadiyah, khususnya Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Dari dokumen itu dapat ditarik beberapa poin terkait genealogi pemikiran akidah Muhammadiyah dalam tinjauan teologi Islam klasik.

Pertama, dalam persoalan sifat Tuhan, Muhammadiyah cenderung sejalan dengan pemikiran Asy’ariyah yang menetapkan adanya sifat-sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk (itsbat bi la tasybih), serta menolak pandangan Mu’tazilah yang menafikan sifat-sifat Tuhan. Hal ini merujuk pada rumusan HPT yang menegaskan keesaan Allah dalam uluhiyah, sifat, dan perbuatan-Nya.

Kedua, dalam persoalan antropomorfisme dan keterbatasan akal, Muhammadiyah juga sepaham dengan Asy’ariyah yang menekankan keterbatasan akal dalam memahami hal-hal gaib, termasuk hakikat zat dan sifat-sifat Allah. Manusia tidak dituntut mengetahui hakikat zat Tuhan, melainkan cukup beriman sesuai petunjuk syariat tanpa mempertanyakannya secara spekulatif.

Ketiga, dalam persoalan perbuatan manusia, Muhammadiyah cenderung pada pandangan Asy’ariyah dan Maturidiyah, dengan penekanan pada konsep kasb dalam tradisi Asy’ari. Manusiamemiliki ikhtiar, namun segala sesuatu tetap berada dalam lingkup qadla dan qadar Allah. Konsep ini, menurut Agung, melahirkan etos kerja dan optimisme teologis yang menjadi ciri gerakan Muhammadiyah.

Meski demikian, Muhammadiyah tidak mengikatkan diri secara eksklusif pada satu mazhab teologi klasik. Persyarikatan memiliki manhaj dan istilah tersendiri dalam merumuskan pemikiran akidah, meskipun secara genealogis terdapat kesesuaian dengan Asy’ariyah dalam beberapa aspek.

“Dalam hal istilah misalnya, Muhammadiyah menggunakan beragam istilah seperti rububiyah, rububiyah rahmah dan ihsan, mulkiyah, uluhiyah, dan ilahiyah yang merupakan hasil tarjih dari berbagai aliran teologi,” ujar Agung.

Ia menegaskan bahwa pembahasan posisi teologis Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari implikasinya dalam gerakan sosial-keagamaan. Sebagai organisasi dengan spirit tajdid, pemikiran akidah Muhammadiyah memiliki karakteristik khas yang sering disebut sebagai teologi fungsional atau tauhid fungsional.

“Sebagaimana ditegaskan para pemikir Muhammadiyah, akidah harus bersifat dinamis dan terus berkembang sesuai dengan semangat tajdid. Akidah tidak boleh berhenti sebagai wacana normatif, melainkan menjadi kerangka nilai yang mendorong terwujudnya peradaban yang maju dan berkeadilan,” tegasnya. (janu)

logoheadermuhiddesktop min

OFFICE

Gedung Da'wah Muhammadiyah Lampung Timur

Desa Sukadana Ilir Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur

369305
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
114
38
359
368561
1620
3866
369305
Your IP: 216.73.216.157
28-03-2026
© Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Timur Powered By Rubelmu.id

Rubid.id by Rubid.id